Tampilkan postingan dengan label FACEBOOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FACEBOOK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

Dapatkan Kembali Chat Lama atau Klasik di Facebook Dengan Ekstensi

tags: chat fb yang lama, ganti chat facebook lama, mengembalikan chat facebook lama
Saat melihat Chat baru Facebook di sidebar ternyata sangat jelek! Fitur chat baru ini terlalu banyak makan banyak ruang. Chat baru sidebar juga telah menghapus kelompok chat yang kita susun dalam format chat klasik lama. Dengan kata lain, kita tidak bisa bersembunyi dari seseorang yang kita tidak inginkan untuk chatting. Untungnya, saya menemukan sebuah ekstensi bagus yang bisa mengembalikan sidebar baru facebook menjadi sidebar chat klasik lama.

Ekstensi ini disebut Facebook Chat Sidebar disabler, selain gratis ekstensi ini juga membantu Anda dalam menonaktifkan sidebar obrolan baru dan kembali ke obrolan normal. Anda hanya perlu menginstal ekstensi dan Anda akan mendapatkan chat klasik yang lama.

Saya membandingkan sidebar baru dan klasik seperti gambar di bawah ini. Silahkan anda lihat dibawah ini chat baru dan chat lama...

Klik dibawah ini untuk mendapatkan ekstensinya...

Extension for Mozilla
Extension for Chrome

http://dedepurnama.blogspot.com

Selasa, 19 Juli 2011

Bagaimana Cara Mengganti atau Edit Nama Fans Page / Halaman di Facebook

tags: edit halaman facebook, mengganti nama Fans Page, Fans Page facebook berubah, mengubah nama grup fb
Banyak orang bertanya, bagaimana cara agar dapat mengubah atau mengedit nama Fans Halaman atau Grup di Facebook. Yah sebenarnya, Facebook memungkinkan pengguna untuk mengubah itu, tapi hanya untuk mereka yang memiliki penggemar tidak lebih dari 100 orang penggemar. Jadi bagi Anda yang telah memasukkan nama yang salah, lakukan sekarang untuk mengganti nama Fans Page anda atau anda tidak pernah bisa mengubah atau mengeditnya setelah lebih dari 100.

Keterbatasan ini oleh Facebook adalah karena begitu banyak orang mencoba untuk menjual Halaman Fans Page mereka. Jadi untuk mencegah penyalahgunaan ini, Facebook memungkinkan pengguna hanya untuk mengedit atau mengubah Halaman Fans yang tidak lebih dari 100 penggemar.

Tip saya adalah bahwa jika Anda ingin mengubah Nama Fans Page / Halaman di Facebook, maka Anda harus memilih nama yang cocok dan baik dengan hati-hati, untuk memenuhi keinginan Anda. Dan jika sekarang Anda memiliki sedikit kurang lebih dari 100 penggemar, lebih baik Anda hapus dulu penggemar Anda sampai nomor di bawah 100. Dan ubah atau edit Nama Fans Page / Halaman Facebook anda segera.

Cara Edit atau Ubah Nama Fans Page / Halaman di Facebook ?

- Pergi ke Facebook - buka Fans Page / Halaman kamu
- Klik “Edit Page” yang bisa ditemukan di sudut kanan atas
- Pergi ke “Basic Information” and then search for the option “Name

- Sekarang, ubah atau edit nama dalam kotak teks untuk nama yang Anda inginkan.
- Klik "Simpan Perubahan" tombol di bagian bawah.

Ganti nama halaman anda sesuai dengan yang kamu inginkan, pikirkan baik-baik namanya, karena jika sudah banyak penggemarnya atau lebih dari 100 anda tidak bisa mengubahnya^^

semoga bermanfaat...
http://dedepurnama.blogspot.com

Senin, 16 Mei 2011

Ternyata Banyak Juga Yang Menggunakan Facebook Masih Belum Cukup Umur

Tahukah Anda bahwa jutaan pengguna Facebook ternyata adalah anak-anak di bawah umur yang seharusnya tidak diijinkan Facebookan? Mengacu pada survey yang digelar oleh Consumer Reports, dari 20 juta remaja yang aktif Facebook-an, 7,5 juta di antaranya berusia di bawah 13 tahun dan yang berusia di bawah 10 tahun memiliki jumlah sebanyak lebih dari 5 juta anak. Ironisnya, Facebook sendiri mengeluarkan kebijakan bahwa penggunanya haruslah mereka yang berusia 13 tahun ke atas saja.

Studi lainnya yang dilakukan McAfee pada 2010 menemukan bahwa 37 persen anak berusia 10 hingga 12 tahun sudah memakai Facebook. Sementara studi yang dirilis pada bulan April dari London School of Economics EU Kids Online mengungkapkan bahwa 38 persen anak-anak Eropa berusia 9 hingga 12 tahun merupakan pengguna aktif situs jejaring sosial, di mana satu dari lima diantaranya memakai Facebook.

Survey tersebut dan survey-survey yang digelar oleh pihak-pihak lain dengan hasil serupa tentu saja mengundang keprihatinan karena ternyata sebagian besar orang tua tidak terlalu memperhatikan hal ini. Penggunaan Facebook oleh anak-anak tanpa pengawasan dan edukasi yang baik akan membawa anak-anak dan bahkan anggota keluarga lainnya ke risiko keamanan hingga privasi. Masih menurut Consumer Reports, di tahun lalu sebanyak lebih dari 5 juta keluarga di Amerika mengalami kasus-kasus seperti infeksi virus, pencurian identitas dan bullying akibat penggunaan Facebook.

Tak kurang akal pihak Facebook memerangi pembohongan umur yang dilakukan anak-anak saat mendaftar di situs jejaring populer ini meskipun disadari solusinya tidak gampang. Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan memakai cookie yang akan mendeteksi tahun kelahiran si pendaftar. Jika diketahui usia mereka di bawah 13 tahun, maka Facebook akan mencegah mereka untuk mendaftar. Facebook juga memakai laporan yang masuk dari user dalam melacak pengguna di bawah umur untuk kemudian menghapus akunnya. Akan tetapi pihak Facebook sendiri serta para ahli mengakui, cara-cara tersebut jauh dari sempurna.

Mengetahui sulitnya mengatasi pembohongan umur para pendaftar Facebook dan mencegah anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk tidak memiliki akun, banyak yang menganjurkan bahwa edukasi pada anak-anak adalah langkah pengaman yang tepat. Facebook menganjurkan pada berbagai elemen, dari mulai orang tua, guru hingga penyedia layanan internet untuk berfokus pada hal ini demi keamanan anak-anak. Pembekalan yang matang serta komunikasi yang baik mengenai pemakaian internet dengan sehat pada anak-anak adalah sesuatu yang vital.

Facebook sendiri mengeluarkan kebijakan pelarangan user di bawah 13 tahun untuk tidak memiliki akun atas dasar hukum Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA). Hukum tahun 2008 ini meminta situs untuk memiliki parental permission sebelum situs terkait menggunakan data yang disediakan oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Sumber: Cnet
http://dedepurnama.blogspot.com

Selasa, 03 Mei 2011

Aplikasi Siapa Saja yang Lihat Profilmu di FB adalah Penipuan

Hati-hati Penipuan yang mengincar pengguna Facebook (FB) masih terus berjalan. Dengan berbagai cara dan bentuk untuk menipu, pelaku kejahatan cyber terus berusaha membuat Facebooker untuk masuk dalam perangkap yang ujung-ujungnya akan menguntungkan si pelaku. Sejauh ini, Facebook tidak mengeluarkan fitur yang memungkinkan penggunanya mengetahui siapa saja yang telah melihat profil mereka. Rupa-rupanya hal ini dimanfaatkan oleh komunitas yang mengaku bernama Jempolers Indonesia untuk mengelabui pemakai Facebook dengan aplikasi palsu yang mengklaim penggunanya bisa tahu siapa yang mengunjungi akun profilnya.

Dengan memakai bantuan Javascript, komunitas ini berupaya agar Facebooker mengklik link yang bertuliskan “[nama anda] pengen tahu siapa saja yang sering lihat profilmu? Http://www.facebook.com/JempolersIndonesia?sk=app_app208195102528120″.

Saat Anda mengklik link palsu ini, Anda akan dibawa ke laman milik komunitas Jempolers Indonesia di mana di situ ada 2 langkah yang harus dijalankan:

Step 1 : Copy This Script (script)
Step 2 : Clik the address bar-Hit the delete button-Paste The Code you copied into the address bar-hit enter to see your result

Banyak dari pengguna Facebook yang tergoda mengikuti langkah-langkah di atas hingga akhirnya Javascript akan dijalankan. Coding jahat inilah yang nantinya akan mengirimkan pesan via Facebook Chat ke kontak Anda. Guna lebih meyakinkan Facebooker, aplikasi palsu ini akan menampilkan data kontak profil korbannya plus menampilkan angka jumlah ‘view’nya yang sebenarnya juga palsu seperti:

My Top Profile Viewers:

Anna Pertiwi – 456 views
Blank Bonang – 334 views
Situ Pratama – 665 views
See who views your profile @ http://www.facebook.com/pages/Proviewer/209478346920238902

Apabila aplikasi ini memakai aplikasi (Apps) Facebook, maka situs Facebook dan user akan bisa memblokirnya lewat "Privacy Settings". Akan tetapi Jempolers Indonesia sepertinya memanfaatkan celah keamanan di server Facebook sehingga ia sulit diberantas. Lantas, apa saja langkah preventif agar user tidak mudah diperdaya? Berikut yang bisa dilakukan:

1. Jangan mudah percaya terhadap link-link yang diberikan kontak Anda meskipun pengirimnya orang terdekat Anda.
2. Kewaspadaan ini sebaiknya ditingkatkan saat weekend karena akhir pekan adalah waktu favorit si pelaku.

Namun jika ternyata Anda sudah jadi korban, segera hapus semua postingan terkait coding ini dan katakan pada kontak Anda agar melakukan hal yang sama serta tidak menglik link serupa di Facebook Chat. Menurut Vaksincom sendiri, dari tanggal 29 April 2011 hingga 2 Mei 2011, korban yang menyukai (like) situs ini sudah mencapai angka lebih dari 750.000 user.

Sumber: Vaksin.com
http://dedepurnama.blogspot.com

Senin, 04 April 2011

Bahaya facebook Yang Harus di Ketahui

tags: bahaya facebook, fb berbahaya, keamanan facebook, peringatan facebook
Siapa yang tidak kenal dengan fb. Hampir semua orang mengetahuinya, dari anak-anak sampai orang tua. Bercengkrama dengan situs jejaring Facebook memang sangat mengasyikkan. Akan tetapi jangan sampai keasyikan ini membuat kamu lengah akan bahaya keamanan yang mengancam, terutama masalah privasi. Di bawah ini dibeberkan 9 bahaya Facebook yang mengancam kamu dan Facebooker lainnya jika tidak hati-hati. Ini dia bahaya facebook yang harus anda ketahui...

1. Postinganmu Menunjukkan Jati Dirimu
Apa yang kamu posting secara langsung menunjukkan siapa dirimu. Jika kamu memposting tentang kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum-minuman keras, maka reputasimu akan tercoreng dan ini sangat merugikan. Survey tahun 2009 yang dilakukan Microsoft menunjukkan bahwa 79% pencari karyawan di Amerika Serikat melihat informasi online tentang si pelamar kerja. Dari 70% yang disurvey mengatakan bahwa mereka menolak lamaran berdasarkan temuan mereka di internet.

2. Postingan Temanmu juga Menunjukkan Jati Dirimu
Apabila ada temanmu yang membicarakan kegiatan kalian semalam di mana notabene tidak pantas, maka jangan ragu-ragu menghapusnya dari wall.

3. Pihak Ketiga Bisa melihat Profilemu
Informasi pribadi seperti alamat rumah dan nomer telepon sebaiknya dibuat private. Jangan sampai pihak ketiga dengan mudah mengaksesnya dan memanfaatkannya untuk kepentingan yang tidak baik.

4. Aplikasi Facebook Membahayakan Privasi
Berhati-hatilah dalam memakai aplikasi Facebook karena aksi ini memungkinkan pihak pengembang aplikasi untuk melihat profilemu secara keseluruhan termasuk apa yang kamu posting. Ada kemungkinan mereka menyebarkan infomu ke pihak lain. Bukan hanya privasimu, privasi temanmu nantinya akan menghadapi risiko besar.

5. Iklan (ads) Facebook Bisa Mengandung Malware
Jangan sembarangan mengklik iklan di Facebok karena tidak semuanya bersih dari program jahat (malware).

6. Profilemu Bisa Dilihat Semua Orang
Sampai kamu megatur settingan privasi, semua orang akan bisa melihat profilemu. Usahakan untuk mengecek privacy setting setiap bulan guna memastikan privasimu aman.

7. Fotomu Mengindentifikasi Dirimu
Pelaku scam (scammer) bisa dengan mudah melacak atau mengidentifikasi kamu via foto yang kamu posting. Utak-atik settingan privasi agar hanya orang-orang yang ada dalam kontakmu saja yang bisa melihatnya.

8. Username Juga Membahayakan
Jika tidak ingin scammer melacakmu via username, sebaiknya tidak usah menggunakan nama asli.

9. Mengumbar Lokasi Bisa Mengundang Risiko
Jangan mengumbar keberadaanmu di Facebook karena ini sangat berisiko. Pencurian rumah atau pengintaian (cyberstalking) bisa terjadi saat kamu memberitahukan lokasi di mana kamu berada.

Sumber: Myid
http://dedepurnama.blogspot.com

Senin, 21 Februari 2011

Jangan Terlalu Eksis di Facebook Ntar Malah Stress

Memiliki teman yang banyak di Facebook tidak selamanya menguntungkan bagi si pemilik akun. Hati-hati lho… Karena sebuah studi menemukan bahwa seseorang yang populer di Facebook malah rentan merasakan stres dibanding mereka yang tidak terlalu tenar. Mengapa demikian? Sebuah tim di Edinburgh Napier University mengumpulkan hasil survey online dari 175 pelajar mengenai perasaan mereka terkait penggunaan Facebook. Dari responden yang diteliti, tiga perempatnya adalah wanita.

Survey tersebut menghasilkan data bahwa mereka yang eksis di Facebook alias memiliki teman terbanyak dan menghabiskan waktu paling lama di Facebook, adalah mereka yang paling dekat dengan kata stres. Gambaran berikut mungkin menjelaskan alasan kenapa demikian.

Dikatakan oleh ketua tim Dr. Kathy Charles, penggunaan Facebook bagaikan saluran berita mini tentang diri penggunanya sendiri. Semakin banyak orang maka kamu semakin merasa bahwa di luar sana ada pemirsa. Kamu seolah-olah menjadi artis dan semakin besar pemirsamu maka tekanan untuk menghasilkan sesuatu tentang dirimu sendiri akan makin kuat.

Sebanyak 12% dari responden mengatakan mereka merasa gelisah. Responden-responden tersebut memiliki rata-rata 117 teman, sedang responden sisanya hanya memiliki rata-rata 75 teman. Kegelisahan juga muncul saat mereka ingin berhenti dari Facebook karena adanya ketakutan akan kehilangan informasi sosial atau takut dibilang menyinggung temannya. Seperti gambling, Facebook ‘membelenggu’ penggunanya dalam neurotic limbo, tidak tahu menahu apakah mereka berada di sana hanya sekedar untuk tidak ketinggalan sesuatu yang bagus.

Meski begitu, hasil studi di atas diragukan oleh sejumlah ahli. Eleanor Barlow, seorang pakar cyberpsychology di IBM mengatakan temuan tersebut memang menarik namun tidak seharusnya diimplikasikan ke populasi Facebook yang lebih luas. Hal ini dikarenakan para pelajar memakai Facebook dengan cara yang berbeda-beda.

Sumber: Telegraph
http://dedepurnama.blogspot.com